Mengapa Warung Madura Dilarang Buka 24 Jam Dibali ?

Mengapa Warung Madura Dilarang Buka 24 Jam Dibali ?


Baru-baru ini ada sebuah berita yang sedikit mengejutkan, pasalnya ada sebuah kasus, dimana sebuah bisnis usaha mikro kecil menengah itu dilarang buka 24 jam dibali, nah apakah itu benar ?

Ketika aku melihat kembali berita tersebut, usut punya usut ternyata ada beberapa pemilik wirausaha minimart/hypermart modern yang melakukan komplain kepada satpol pp daerah kelungkung bahwa warung madura dilarang buka 24 jam didaerah tersebut karena mereka (pemilik minimart/hypermart) merasa tersaingi.

Sumber :grup fb warung madura

Nah ini artinya kejadian ini memang sedang terjadi dibali, AKAN TETAPI tidak seluruh bali yang terkena atau ada aturan ini, yang terkena aturan ini hanya ada di daerah yang ada di kabupaten klungkung dan memang hanya spesifik pada daera tersebut saja, nah itu karena ada sebuah aturan atau awig-awig daerah tersebut yang telah dibuat oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdanganan (diskopukmp) kabupaten klungkung nomor 13 tahun 2018 pasal 4 yang berbunyi seperti ini :

(1) Jam kerja pelaku usaha minimarket, hypermart, departement store dan supermarket harus sebagai berikut :

a. Hari senin-jumat, buka pukul 10.00 Wita sampai dengan pukul 22.00 Wita

b. Hari Sabtu-Minggu, buka pukul 10.00 Wita sampai dengan pukul 23.00 Wita

(2) Untuk hari besar keagamaan, libur nasional atau hari tutup tahun buku atau tutup tahun akuntansi sampai dengan pukul 00.00 Wita


Nah kamu dapat melihat aturan tersebut lebih jelasnya pada website resmi diskopukmp klungkung sesuai dengan pasal yang sudah diterbitkan tersebut.

Jadi karena dari adanya wacana aturan itu, banyak dari pemilik warung klontong (toko sembako) madura yang bertempat tinggal didaerah tersebut merasa keberatan jika misalnya aturan dilarang buka 24 jam itu dilaksanakan.

Akan tetapi, jika kamu membaca aturan itu secara teliti maka kamu akan melihat bahwa aturan tersebut hanya mengatur tentang minimarket modern agar tidak buka 24 jam, minimal hari senin - jumat buka jam 10 pagi dan tutup sampai jam 10 malam lalu hari sabtu-minggu bisa buka dari jam 10 pagi hingga jam 11 malam, dan untuk hari besar keagamaan, libur nasional, tutup tahun buku atau tutup tahun akuntansi, mereka (toko modern seperti minimart/supermart/hypermart) bisa buka sampai jam 12 malam (maksimal).

Nah untuk warung madura atau warung jawa atau warung bali (UMKM) itu dapat buka hingga 24 jam, karena memang tidak ada aturan yang mengatur hal tersebut didalam aturan diskopukmp klungkung itu sendiri.

Mungkin aku akan berkaca di daerahku saja tepatnya dibadung, dibadung sendiri tidak pernah ada wacana jam buka ataupun tutup sebuah warung UMKM, karena memang diskopukmp badung tidak pernah mengatur hal tersebut, bisa kamu check diskopukmp badung sendiri.

Adanya warung madura atau warung klontong yang buka sampai 24 jam pun tentu sangat amat membantu orang-orang yang memang tidak memiliki waktu dipagi ataupun siang hari untuk berbelanja kebutuhannya sehari-hari, terkadang ada beberapa orang yang memang keluar pada saat tengah malam untuk sekedar membeli kopi, rokok, air galon yang habis bahkan gas yang habis ataupun membeli pulsa atau pulsa listrik jika rumah atau kost-kost'annya memakai system token listrik.

Jadi tentu saja, jika wacana tentang aturan tersebut di-realisasikan maka akan sulit ter-realisasi nantinya, mengingat warung madura itu bagian dari UMKM, UMKM mau dimatikan perlahan, ya tentu saja negeri ini bisa saja chaos karena tidak adanya pertumbuhan ekonomi dari UMKM kecil seperti warung klontong/toko sembako.

Penutup 


Mungkin segitu saja hal yang bisa aku jelaskan ke kamu tentang hal yang viral ini, kamu tentu bisa mengambil ataupun memetik hikmah dari kasus ini dan semoga tidak ada aturan-aturan yang memberatkan UMKM kita, jika sangat amat memberatkan maka tonggak ekonomi negeri ini mungkin akan mengalami masalah serius.