Kenapa Setiap Perselingkuhan Diakhiri Dengan Melakukan Hubungan Intim ?

Kenapa Setiap Perselingkuhan Diakhiri Dengan Melakukan Hubungan Intim ?


Mungkin akhir-akhir ini banyak sekali orang-orang yang tertangkap basah sedang selingkuh lalu divideokan entah itu oleh warga setempat ataupun divideokan oleh si pasangan sah, nah setelah itu video tersebut disebar ke-twitter, facebook maupun instagram.

Nah banyak dari konten-konten yang menangkap basah para pelakor (perebut laki orang)/pepeor (perebut perempuan orang) tersebut yang kedapatan sedang melakukan sebuah hubungan intim, bahkan tidak jarang juga terjadi perselisihan antara suami sah ataupun istri sah kepada pasangan selingkuhannya ini. 

Akan tetapi sebagian besar dari kita pasti bertanya-tanya dalam hati kita sendiri, kenapa mereka bisa berselingkuh akan tetapi pada akhirnya mereka berhubungan intim? kenapa harus melakukan hubungan intim?

Nah usut punya usut, sebenernya hubungan intim itu merupakan hal opsional dalam berselingkuh, akan tetapi itu bisa menjadi penegasan bahwa apa yang mereka lakukan (pasangan yang berselingkuh dan selingkuhannya) itu menjadi tahap konfirmasi bahwa mereka benar-benar melakukan selingkuh.

Sumber : freepik.com

Jadi jika seperti itu harusnya si pelaku perselingkuhan itu harusnya bisa berpikir, kenapa mereka bisa melakukan hubungan intim tersebut dengan selingkuhannya? kenapa tidak dengan istri atau suaminya saja?

Alasan paling logisnya tentu saja karena mereka memiliki hawa nafsu, mereka yang suka berselingkuh ingin sekali mencicipi rasa yang berbeda dari lawan jenis selain pasangannya, nah itu kenapa hubungan intim bisa terjadi dan memang faktanya tanpa hubungan intim pun proses selingkuh itu bisa berjalan jika memang hanya dari bertemu dan saling mengobrol dengan atensi saling menyukai satu sama lain.

Dan juga ada satu alasan yang paling logis lainnya kenapa pelaku selingkuhan melakukan hubungan intim yaitu karena kaum pria yang lebih dulu memulainya bukan kaum wanita, menurutku mereka itu tertutup dan lebih tabu soal berhubungan intim (kaum wanita), mereka lebih cepat luluh ketika kaum pria selalu mengeluarkan kata-kata penghangat hati dan selalu memuji dan perhatian kepada kaum wanita, jadi tentu saja kaum wanita akan terpengaruh dan merasa seolah selalu mencintai kaum pria tersebut.

Nah ketika itu terjadi maka kaum pria yang memang se-dari awal ingin memanfaatkan sebuah kesempatan tidak akan menyia-nyiakan peluang tersebut, akhirnya ia mencoba bertaruh dengan menggoda kaum wanita yang ia dekati sehingga melakukan chatting dengan kata-kata yang begitu tabu untuk dikatakan.

Jika si kaum wanita ini sudah menyukai dari awal si kaum pria ini tentu saja awalnya sedikit menolak, itu pasti karena ia mungkin baru pernah melakukan hal tersebut ke pria itu saja, karena si wanita merasa sedikit ter-defense maka disini proses meluluhkan dan meyakinkan wanita dengan kata-kata semu coba dilakukan oleh si pria tersebut, akhirnya si wanita mulai luluh dan mencoba memberikan apa yang si pria ini inginkan dimana ia memperlihatkan bagian tubuhnya kepada si pria melalui pesan singkat Whatsapp ataupun Telegram sebagai tanda dari rasa suka kepada pria tersebut, nah jika itu sudah terjadi maka hubungan intim dikemudian hari tidak ter-elakan.

Ada juga yang pada awalnya untuk mengajak hubungan intim dilakukan oleh kaum wanita, biasanya wanita jenis ini memiliki tujuan yang lebih kejam, dimana mereka mengincar harta maupun status untuk menjadi istri sah dari pria yang ia incar, tentu saja ia mengetahui bahwa dengan mengorbankan keperawanannya maka ia bisa mendapatkan itu semua, tidak seperti pria yang tanpa maksud alias hanya memiliki nafsu dalam melakukan hubungan intim.

Penutup


Nah semoga apa yang aku katakan ini masih bisa bermanfaat untuk kamu, jadi kamu tidak perlu berpikir kenapa sebagian besar perselingkuhan diakhiri dengan hubungan intim, sebenarnya tidak perlu, ketika kamu menangkap basah pasanganmu yang sedang berselingkuh, kamu bisa melihat isi pesan chatnya saja, kamu bisa mengetahui dari sana apakah ia berselingkuh dengan pria/wanita lain.