Cara Para Wali Jaman Dulu Menyebarkan Agama Islam Di Indonesia

Cara Para Wali Jaman Dulu Menyebarkan Agama Islam Di Indonesia


Agama islam merupakan agama yang dianut oleh sebagian besar mayoritas di indonesia, agama islam sendiri menjadi agama yang paling muda diantara agama - agama yang lainnya akan tetapi mampu membuat negara indonesia menjadi penganut mayoritas agama yang satu ini.

Sumber : freepik.com/danmir12

Memang tidak salah ketika sebuah agama menjadi mayoritas disebuah negara, akan tetapi kamu pasti penasaran bukan kenapa di indonesia agama islam menjadi agama yang paling mayoritas dipeluk oleh orang-orang lokal? dan tentunya mungkin kamu penasaran bagaimana cara orang jaman dulu menyebarkan agama islam sehingga dijaman sekarang agama islam menjadi agama mayoritas yang dianut sebagian besar oleh orang indonesia?

Nah jadi kali ini aku akan memberikan 5 poin tentang cara orang jaman dahulu kala menyebarkan agama islam, nah jadi tanpa basa-basi lansung saja kita bahas bersama dibawah ini :

1. Menggunakan Pendekatan Spiritual/Supranatural


Orang jaman dulu apalagi para orang-orang yang taat akan agama dan memiliki ilmu yang sangat tinggi yaitu para wali-wali yang telah menyebarkan sebuah agama islam dijaman dulu, memiliki caranya tersendiri dalam melakukannya, nah salah satunya dengan pendekatan spiritual dan supranatural, jadi mungkin agar lebih paham akan hal ini maka akan aku ceritakan secara ringkas bagaimana konsep pendekatan spiritual/supranatural melalui para wali/murid wali ini, silahkan disimak :

Nah jadi ada seorang tokoh spiritual agama islam yang sangat tinggi ilmunya datang ke sebuah desa yang dimana desa tersebut memang masih belum berafiliasi dengan agama maupun agama sebelumnya, saya sebut saja sang pengelana, nah disini sang pengelana melihat ada seorang rakyat biasa (sebut saja Suprapto). 

Suprapto ini bergumul dengan sendirinya tentang padi - padinya kekurangan air, tentunya pada saat itu manusia masih mengandalkan sungai atau air hujan.

Nah si pengelana ini bertanya dengan Suprapto tentang apa yang sedang terjadi, Suprapto terkejut karena ada seseorang didekatnya, dan akhirnya menjelaskan ke si pengelana tersebut bahwa padinya mengering padahal padi - padi tersebut harus mendapatkan suplai air. 

Akhirnya si pengelana menolong suprapto dengan menurunkan air hujan lewat doa-doa yang dia panjatkan ke Tuhan, Suprapto yang bingung awalnya kemudian terkejut secara tiba - tiba bahwa ada sebuah air hujan membasahi seluruh padi - padinya. 

Suprapto yang masih terkejut dengan kejadian tersebut kemudian bertanya "tuan, siapakah kau sebenarnya?, terimakasih tuan"

Lalu si pengelana berkata "Aku hanyalah seorang pengelana, berterimakasih lah kepada Allah"

Suprapto yang bingung pun berkata "Allah itu siapa tuan?", kemudian si pengelana hanya tersenyum saja, akhirnya tanpa memikirkan lebih jauh tentang maksud si pengelana, suprapto membawa si pengelana ke desanya. 

Nah ketika ia memperkenalkan ke penduduk desa bahwa ada seorang pengelana, tiba - tiba situasi menjadi gawat dimana ada seorang warga yang sakit keras, nah disini si pengelana kemudian ke tempat si warga tersebut. 

Si pengelana kemudian memberitahu bahwa ia bisa menolongnya, si pengelana itu menggunakan kekuatan yang ia asah selama ini dan berdoa kepada Tuhan, pada akhirnya si warga yang sakit tersebut berangsur - angsur pulih dan sehat kembali.

Si warga tersebut berterimakasih kepada si pengelana, dan pada akhirnya jawaban si pengelana tetap sama "Berterimakasih lah kepada Allah", nah disini si warga dan orang yang berada di lokasi pun sedikit terdiam lalu kemudian berkata "Siapakah Allah itu tuan?". 

Nah pada saat malam hari ketika semua orang tertidur, suprapto tidak bisa memejamkan matanya, akhirnya ia keluar sebentar dengan maksud berdiam diri, ia kemudian melihat di kamar dimana si pengelana berada, penerangan di kamar tersebut terlihat dari luar yang menandakan si pengelana belum tertidur. 

Karena si suprapto penasaran akhirnya si pengelana kemudian sedikit mengintip si pengelans yang melakukan ibadah sholat tersebut, ketika pada rakaat terakhir selesai si pengelana berkata "Jangan mengintip diluar, masuk lah"

Disana suprapto yang tercengang karena si pengelana tahu dia mengintip akhirnya masuk dengan rasa gugup dan bersalah "m-maaf tuan, saya tidak bermaksud untuk menganggu aktivitas tuan"

Si pengelana tersebut kemudian mewajarkannya, si suprapto tersebut kemudian bertanya kenapa ia melakukan gerakan aneh di jam - jam malam tersebut? si pengelana kemudian berkata "itu adalah gerakan sholat untuk memuja Allah, dan hanya Ia lah yang harus kita puja sebagai umat manusia"

Disini rasa bingung serta penasaran suprapto tersebut semakin besar "Siapakah Allah itu tuan?" Dan kemudian si pengelana berkata "Allah lah yang menciptakan kita, Dia lah yang menciptakan manusia".

"Apakah seperti dewa tuan?" si pengelana kemudian berkata "tidak, lebih tinggi lagi derajatnya bahkan diatas para dewa dan malaikat, Dia lah yang menciptakan para dewa yang kalian sembah selama ini, Allah lebih kuat, Maha pengampun, Maha pengasih, Maha pemberi, apa yang telah saya lakukan selama ini merupakan kehendak Allah"

Akhirnya suprapto yang mendengar hal tersebut kemudian tercengang dan akhirnya berkata bahwa jika si pengelana selama ini memuja entitas tersebut maka ia ingin mengikuti jejak si pengelana karena suprapto sekarang mengetahui bahwa Tuhan lah yang selama ini memberikan pertolongan kepada dirinya maupun warga disana melewati si pengelana. 

Nah setelah beberapa bulan berlalu, suprapto kemudian lebih giat dalam melakukan sholat dan terlihat ada banyak orang di desa tersebut yang akhirnya memeluk agama islam, nah itulah yang aku maksud tentang metode penyebaran melalui spritual/supranatural. 

2. Menggunakan Pendekatan Budaya


Dijaman dahulu, beberapa wali menggunakan pendekatan budaya untuk menggaet orang - orang yang tidak berafiliasi dengan agama maupun agama sebelumnya menjadi beragama islam.

Disini para wali memiliki ide yang brilian, mereka  menggunakan budaya kesenian daerah (contohnya budaya Jawa) dimana para wali akan membuat sebuah cerita pewayangan dengan beberapa unsur klenik Jawa dipadukan unsur agama didalamnya, tidak hanya itu sebagian besar pada masa itu juga sebelum menonton sebuah pertunjukan, beberapa wali akan meminta masyarakat untuk konvert terlebih dahulu kedalam agama islam agar beberapa fasilitas yang mereka dapatkan bisa didapat, entah menonton wayang maupun lainnya. 

Jadi semakin banyak masyarakat disana yang ingin menonton atau mendapatkan sebuah hiburan, semakin banyak pula yang convert kedalam agama islam.

3. Menggunakan Pendekatan Jalur Perdagangan


Untuk masalah ini kita tau bahwa Indonesia dulunya (di perairan Sumatra menuju singapura) pernah menjadi jalur perdagangan sutra, itu kenapa beberapa orang - orang disana (bangsa Melayu) mengakuisisi beberapa adat dan budaya timur Tengah, karena nyatanya orang-orang dari sanalah yang pertama kali menginjakan kaki di tanah nusantara, jadi mereka menyebarkan agama islam dari tempat tersebut.

Awalnya orang-orang dari timur tengah berdagang sampai ke jalur tersebut, menjual berbagai macam rempah-rempah dari tanah jazirah arab, lalu tentu saja budaya adat istiadat serta agama yang mereka bawa disana.

4. Menggunakan Pendekatan Jalur Orang Dalam (Kerajaan)


Ketika sebuah kerajaan memberikan lampu hijau kepada para wali dimana mereka boleh bermukim dan membangun tempat berupa rumah di tanah tersebut, tentu saja mereka (para wali) akan menggunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin, mereka juga mendirikan sebuah bangunan rumah ibadah (masjid) disekitar tempat dimana mereka tinggal.

Nah semakin lama tentu saja semakin banyak, karena para wali atau orang-orang yang berniat menyebarkan agama islam memperjuangkan hal tersebut agar semakin banyak orang-orang yang mau masuk kedalam ajaran yang benar dan mengenal siapa Tuhan.

Dan pada akhirnya ketika salah seorang raja atau ratu kemudian memeluk agama islam, maka itu juga menjadi titik balik bagi para penyebar agama islam (para wali) dimana seluruh masyarakat yang telah mengabdi pada kerajaan tersebut selama ini dan mencintai kerajaan tersebut akhirnya mengikuti apa yang telah raja/ratu mereka lakukan dimana para mentri atau panglima/jendral, prajurit bahkan para warga sipil biasa pada saat itu kemudian berbondong-bondong memeluk agama islam.

5. Menggunakan Pendekatan Pernikahan


Beberapa orang dari timur tengah tentu saja menikah dengan orang-orang lokal ditanah melayu, membuat agama islam kian menjamur dipulau tersebut dan pada akhirnya menyebar berdiaspora ke tanah disekitar pulau-pulau yang mereka huni hingga ke pulau jawa, jadi kita mungkin akan melihat beberapa gen keturunan orang jawa yang sekarang nyatanya hasil persilangan dari keturunan orang-orang dari timur tengah.

Nah hubungannya dengan agama apa? karena timur tengah pada saat itu mayoritas beragama islam, tentu saja orang lokal yang diajak menikah, akan diajak memasuki agama islam.

Penutup


Nah mungkin itu saja beberapa poin informasi yang aku ketahui bagaimana agama islam menyebar di indonesia, jadi aku berharap dengan adanya informasi ini kamu bisa mengerti kenapa agama islam cepat sekali menyebar ditanah nusantara (yang sekarang sebagian besar tanah nusantara menjadi negara indonesia).