Alasan Seseorang Bisa Menjadi Toxic Ketika Bermain Game

Alasan Seseorang Bisa Menjadi Toxic Ketika Bermain Game


 Toxic merupakan terjemahan dari bahasa inggris yang artinya racun, nah racun ini dapat diartikan sebagai kata-kata atau sifat negatif yang merusak jika dibawa kedalam kehidupan kita sebagai manusia, itu kenapa kata toxic seringkali dipakai oleh anak muda.
Nah toxic ini sebenernya merupakan sifat yang tidak ada bagusnya, karena kemua akan mengerti bahwa sebagian besar orang yang memiliki toxic didalam dirinya pasti akan hancur secara perlahan, entah mulai dijauhi oleh teman-teman, saudara maupun keluarga dan bahkan bisa menjadi seorang kriminal social media.

Sumber : freepik.com

Nah kamu tidak ingin hal tersebut menimpamu bukan? akan tetapi ada banyak sekali orang-orang yang akhir-akhir ini melakukan hal toxic, seperti berbicara kasar atau jorok entah dari berbagai bahasa didalam game itu sendiri,

Itu pasti akan ada, disetiap era pasti akan ada manusia-manusia toxic seperti itu, nah kenapa orang-orang toxic itu bisa ada? apa yang sebenarnya melatarbelakangi mereka sehingga mereka mengatakan kata-kata demikian? nah penasarn? langsung saja kita bahas bersama kali ini :

1. Kalah Bermain Game


Kalah bermain game itu biasa karena dalam dunia game online kita dipaksa dan dituntut untuk menang melawan musuh berupa player online yang sama dengan kita, tapi sayangnya ketika kita beradu terkadang kita tidak menyiapkan skenario kekalahan itu, yang ada pada diri kita hanyalah "menang, menang dan menang" itu memang bagus untuk memupuk rasa semangat.

Akan tetapi ketika kita kalah maka kita akan mulai menyalahkan diri sendiri maupun tim karena kita tidak mempersiapkan skenario kekalahan tersebut lebih awal, karena hal tersebut lah kekalahan menjadi semakin tidak adil dimata mereka, apalagi ditambahnya taunting (ejekan) dari tim lawan ke kita, membuat emosi kita memuncak dan tidak tahan untuk mengatakan kata-kata kasar berkali-kali.

2. Teman Yang Melakukan Trolling Dalam Game


Jika kamu bermain game online apalagi game dengan type moba, kamu pasti akan menemukan sesama player yang bermain game tersebut dan tentu saja game-game itu membutuhkan kerjasama tim dalam mencapai sebuah kemenangan.

Akan tetapi terkadang beberapa player terlihat kurang menarik dalam menunjukan skillnya, bahkan ada beberapa player yang rela menjadi penghianat dalam tim sendiri agar tim lain memenangkan permainan, itu dilakukan semata-mata hanya ingin player musuh menang.

Nah jadi tentu saja beberapa player yang memang se-dari awal serius dalam bermain nyatanya kalah telak hanya karena salah satu teman rela menjadi penghianat ataupun tidak berniat dalam bermain, alhasil seluruh kata-kata binatang tersebut keluar dari mulut player yang serius tersebut, nah pemain yang memang tidak niat bermain ini bisa disebut pemain troll.

3. Mencari Perhatian


Beberapa player terkadang memakai sifat-sifat toxic agar mereka bisa diperhatikan oleh orang-orang didalam universe game tersebut, karena saking tenggelamnya mereka didalam kolom chat dan tidak dianggap maka mereka pada akhirnya melakukan perhatian dengan menggunakan kata-kata kasar, itu hanya semata-mata semua tertuju kepadanya.

Jadi jangan heran saat mereka mengatakan hal-hal yang lebih berat dari kata-kata kasar seperti kata rasis dan merendahkan suatu ras/suku didalam game itu sendiri, nah ketika akhirnya disambangi oleh pihak berwajib, tentu saja orang-orang sekitarnya akan mengatakan bahwa ia cenderung merupakan orang yang pendiam, itu artinya dia memang ingin mencari perhatian akan tetapi cara yang ia lakukan salah.

4. Mengikuti Gaya Bicara Para Influencer Atau Para Gamer Toxic


Para influencer atau gamer toxic ini biasanya menjadi momok yang menakutkan bagi para orang tua diluar sana, apalagi mereka yang memiliki anak-anak yang suka bermain smartphone atau hape, terkadang beberapa game seperti Free Fire, PUBG maupun Mobile legend bisa menjadi platform yang bagus bagi para influencer gaming toxic untuk mengeluarkan kata-kata buruknya, itu tidaklah salah jika mereka menembak market remaja keatas, akan tetapi jika market yang mereka tembak akhirnya mengenai usia dini seperti dari umur 7 sampai 14 tahun, itu akan menjadi hal yang sangat amat dirugikan.


Alih-alih mereka menikmati menonton tayangan tersebut, mereka malah mengikuti apa yang si-idola ini katakan, nah karena sering diucapkan kata-kata tersebut ya tentu saja si anak menjadi hafal diluar kepala dengan kata-kata kasar tersebut sehingga mencontohkan apa yang si influencer toxic tersebut katakan pada lingkungannya.

Penutup


Nah jadi kembali lagi, berkata maupun berbuat hal-hal toxic itu sangat lah buruk, toxic itu tidak akan membuat siapapun menjadi untung, justru malah sebaliknya dimana membuat diri semakin was-was, karena ketika menjadi toxic maka kita akan berfokus pada kata toxic yang sudah kita lontarkan ke orang lain dan memikirkan seberapa besar dampaknya, jangan sampai kamu mengetik kata-kata toxic dalam game yang pada akhirnya berujung dalam jeruji besi.