4 Perbedaan Maling Dan Begal Yang Harus Kamu Ketahui

4 Perbedaan Maling Dan Begal Yang Harus Kamu Ketahui


Maling merupakan sebuah aksi yang dilakukan oleh individu maupun sekelompok orang untuk melakukan sebuah pencurian barang berharga orang lain, maling identik dengan seseorang yang suka mengambil barang-barang yang dianggap berharga oleh banyak orang.

Terkadang maling tentu tidak hanya mengambil barang berharga saja, barang yang dimata orang awam bernilai rendah pun mereka tetap ambil karena sifat dasar mereka itu merupakan seorang pencuri.

Sumber : freepik.com

Nah berbeda dengan Begal, begal merupakan sebuah aksi perampokan atau pencurian yang mana melibatkan penganiayaan pada korban, tak jarang para begal akan mencoba membunuh si korban dan tentu saja beberapa aksinya terkadang berhasil atau atau memang jarang dan hanya meninggalkan bekas luka akibat sajam.

Nah jadi mungkin ada banyak sekali orang-orang diluar sana yang menyamaratakan bahwa jika sudah maling pasti sudah menjadi begal, mungkin pemikiran mereka tercermin dari keadaan yang terjadi, akan tetapi bukan seperti itu kenyataannya, baik maling maupun begal agak sedikit berbeda, nah dibawah ini mungkin aku akan memberikan informasi terkait perbedaan secara mendasar maling dan begal tersebut, nah apa saja kah itu? langsung saja kita bahas dibawah ini :

1. Maling Tidak Pernah Menganiaya Ataupun Membunuh Calon Korbannya


Jika kamu perhatikan, kebanyakan maling yang memang benar-benar maling tidak akan menganiaya ataupun sampai hati membunuh korbannya, itu karena tujuan mereka bukan untuk menjadi begal ataupun seorang pembunuh, melainkan hanya sebagai seorang yang memang mencuri barang saja.

Ketika calon korbannya tertidur ataupun lengah, maling akan beraksi dan biasanya jikalau ketahuan, mereka akan langsung mencari tempat persembunyian ataupun pergi langsung dari tempat tersebut hingga jejaknya menghilang.

2. Begal Lebih Terkesan Memaksa Dan Lebih Sadis


Begal akan berusaha mengambil barang-barang bawaan orang secara paksa, bahkan bisa dengan mudah menganiaya hingga membunuh calon korbannya, karena begal terlahir dari seorang preman ataupun orang-orang yang memiliki pemikiran pendek akan hidup.

Begal sendiri biasanya sering ditemui dijalan-jalan, begal tidak seperti kebanyakan maling yang memiliki rasa iba kepada calon korbannya, selama calon korbannya tidak dapat melawan, maka begal bisa dengan mudah menghabisinya dan mendapatkan apa yang ia inginkan, dalam kasus ini ialah harta benda si calon korban, begal tidak berpikir akan jangka panjangnya.

3. Maling Memiliki Plan Atau Sebuah Rencana Untuk Mencuri


Lain begal maka lain juga maling, begal biasanya tidak memiliki sebuah rencana yang matang, mereka hanya tinggal patroli dijalan-jalan saja dijalan, ketika ada mangsa maka mereka akan buntuti hingga waktu yang pas untuk mengambil harta benda milik korban.

Sedangkan maling memiliki rencana, siasat, maling memiliki segudang rencana, jika rencana A gagal maka haruslah ada rencana B, jika rencana B gagal maka haruslah ada rencana C dan jika rencana C gagal juga maka mau tidak mau harus menggunakan rencana cadangan, tanpa rencana, maling hanya akan menjadi seorang pencuri biasa, dia bukanlah maling professional.

4. Maling Lebih Trampil Dalam Mencuri Diam-Diam Dan Kabur Ketika Ketahuan


Begal tidak memiliki fitur ini, maling biasanya memiliki fitur yang trampil layaknya seorang ninja, mereka akan beraksi pada malam hari dan bahkan mereka bisa menyatu dalam kegelapan malam itu sendiri.

Jika maling tersebut ketahuan, maka ia dapat menggunakan trik parkournya untuk kabur dari TKP, itu agar dia tidak diketahui oleh si pemilik rumah maupun orang yang ingin ia curi harta bendanya, karena maling kebanyakan memiliki keahlian yang satu ini.

Penutup


Nah mungkin itu saja perbedaan antara Maling dan juga Begal, mereka memang sama yaitu tujuan akhirnya mencuri harta benda, akan tetapi cara mereka memperlakukan calon korbannya berbeda, begal akan bersikap lebih sadis ketimbang seorang maling, dan bahkan si maling ini terkadang masih ada rasa iba ketika melihat calon korbannya yang sudah tua renta atau tidak memiliki apa-apa.