4 Penyebab Live Action Anime Di Cap Buruk Oleh Para Penggemar

4 Penyebab Live Action Anime Di Cap Buruk Oleh Para Penggemar


Apakah kamu tau anime ? mungkin sebagian besar dari kamu sudah mengetahui anime itu apa, jadi aku akan memberitahu bagi kamu yang belum tau apa itu anime, nah anime merupakan sebuah animasi yang diproduksi khusus dijepang saja, akibat produksi yang eksklusif ini tentu memberikan kesan positif bagi pemerintah jepang karena anime sangat amat dapat mendongkrak popularitas budaya di negaranya dan efeknya ada banyak orang-orang yang mengunjungi negaranya karena menonton serialisasi anime.

Sumber : google.com

Nah karena dibuat dijepang itulah desain animasinya menjadi ciri khas yaitu mata besar, dagu agak lancip, tidak se-realistis animasi buatan barat akan tetapi masih ada beberapa unsur dimana anime dibuat se tampan dan se cantik mungkin yang bahkan jika dibawa ke dunia nyata, sulit sekali direalisasikan bahwa karakter tersebut memang benar-benar ada dan itu kenapa anime pasti akan identik dengan animasi buatan jepang.

Sedangkan live action merupakan sebuah proses dimana anime atau animasi dihidupkan dengan membuat versi dunia nyatanya, seperti One Piece live action yang mana pemerannya dibuat menjadi nyata, lalu ada bleach live action, lalu ada

Lalu Kenapa Live Action Anime Terkesan Buruk ?


Beberapa anime yang sudah di eksekusi menjadi live action kebanyakan terkesan tidak sesuai dengan standarisasi anime itu sendiri, jadi tentunya ada beberapa penyebab anime live action dicap buruk oleh beberapa penonton nah jadi apa saja alasan live action anime terkesan buruk ? langsung saja kita bahas kali dibawah ini.

1.  Pemilihan Cast Atau Aktor Yang Tidak Sesuai


Benar sekali, jika kamu melihat aktor aktor anime live action mulai dari Death Note maupun dragon ball atau beberapa anime live action yang berhasil dibuat, tentu beberapa live action anime tersebut nyatanya memang masih terkendala pada cast yang sutradara tersebut pilih, biasanya pihak film production atau pihak sutradara yang ingin membuat anime tersebut menjadi live action maka mereka (para sutradara ini) kurang mendalami karakter yang dipakai, mereka cenderung akan memilih aktor yang memang memenangkan cast tersebut bukan dari segi kemiripan aktor dengan karakter dari anime yang akan diperankan, nah terkadang itulah yang membuat fans sedikit kecewa.

2. Gaya Atau Style Saat Bertarung Atau Menirukan Tidak On Point


Ada juga yang membuat live action tersebut terkesan buruk, dimana harusnya karakter B di anime terkesan celamitan atau tidak bisa diam, akan tetapi ketika dibuat versi live actionnya dibuat menjadi pendiam bahkan jarang mendapatkan feeling bahwa dia itu karakter yang diperankan.

Lalu ketika proses fighting (jika itu ada adegan bertarung), gaya bertarung live action beberapa diantaranya terkesan agak sedikit lambat dan repetitif itulah yang menyebabkan live action dianggap buruk oleh fans.

3. Plot Atau Cerita Yang Terkadang Terkesan Ngawur


Biasanya beberapa pihak studio yang menggarap live action akan mengambil beberapa scene dari animenya, akan tetapi terkadang beberapa live action akan men-cut beberapa plot demi memperpendek durasi cerita live action tersebut.

Jadi beberapa fans anime tertentu yang mendapatkan adaptasi live actionnya terkadang agak sedikit kecewa ketika sebuah plot yang harusnya menjadi jalan cerita penting malah sedikit dibelokan menjadi jalan cerita yang sedikit penting, tidak jarang pihak rumah produksi melakukan rekontruksi ulang plot cerita animenya sehingga beberapa ada yang diubah yang mana fans sulit menerima.

4. Fans Tidak Bisa Beradaptasi


Ini ada benarnya, ketika menurut mereka liva action sebuah anime terkesan sangat buruk maka itu artinya mereka tidak terlalu bisa beradaptasi dari live action itu, meski namanya live action akan tetapi ada kata yang tertinggal yaitu "adaptation", adaptation atau yang lebih dikenal di indonesia dengan kata adaptasi merupakan sebuah konversi dari serial anime ke live action, dimana proses tersebut merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh pihak studio untuk membuat live action tersebut, jadi tidak harus 100% sempurna, setidaknya plot ataupun karakter tidak terlalu melenceng jauh sudah termasuk live adaptation.

Akan tetapi sekali lagi, fans tidak peduli tentang itu, yang fans inginkan ialah mereka ingin live action dari anime yang mereka sukai tersebut di adaptasi sesuai dengan anime yang sudah pernah ditayangkan, itu kenapa banyak fans yang menganggap adaptasi merupakan suatu kesalahan.

Penutup


Meski ada banya ksekali yang membenci live adaptationnya, nyatanya ada banyak orang yang masih menyukai live action adaptation, mereka yang menyukainya ingin melihat sejauh mana story writer atau sang penulis berimprovisasi tentang plot cerita dari anime tersebut, membuat live action seolah menjadi hal yang baru, lalu beberapa hasil dari karya Live action adaptation beberapa juga banyak yang bagus, seperti Bleach, Rorouni Kenshin, Alice in borderlands, Yu Yu Hakusho, Ghost in the shell, alita battle angel dan sejenisnya.

Nah semoga dengan adanya informasi ini kamu dapat dengan mudah mengetahui 4 penyebab live action anime terkesan buruk tersebut.